[Back]   [Comments]  [Print]

NEWS ADMIN

Mahamad Rodzi Abdul Ghani

DATE

06/04/2004

NEWS PROVIDER

Mahamad Rodzi Abdul Ghani

NEWS SOURCE

Bisnis Post - Indone

CATEGORY

HEADLINE

Wajibkan DOBI pada CPO RI
MEDAN (Bisnis) 01/04/2004 : Pemerintah harus mewajibkan perkebunan kelapasawit di Indonesia menggunakan parameter Deterioration Of BleachabilityIndex (DOBI), sehingga mutu minyak kelapa sawit Indonesia terhindar dariklaim YLKI."Sudah waktunya pemerintah mewajibkan penggunaan parameter DOBI diperkelapasawitan nasional. Selain terhindar dari klaim YLKI, jugaterhindar dari klaim lembaga konsumen internasional," ujar Pakar kelapasawit dari Medan, Takal Barus, kepada bisnis di Medan kemarin.

Takal Barus mengatakan kemewajiban menggunakan DOBI, membuat kualitasminyak kelapa sawit nasional dapat menyamai kualitas minyak sawitMalaysia.

Menurut dia, selama ini parameter kualitas kelapa sawit yang digunakan diIndonesia hanya asam lemak bebas (ALB) di bawah 5%. Kalau produksi CPOsudah memenuhi ALB 5% ke bawah, jelasnya, CPO tersebut sudah bisadiekspor.

Namun, menurut dia, kualitas sawit dengan menggunakan parameter ALBtersebut sering diklaim pembeli dari luar negeri dengan meminta potonganharga CPO di pasar internasional.

"Kita tidak perlu malu. Pembeli CPO Indonesia di pasar internasionalselalu meminta harga CPO Indonesia 5%-10% di bawah harga CPO Malaysiadengan alasan kualitasnya relatif rendah dibandingkan CPO asal Malaysia,"tuturnya.

Pemerintah-melalui Departemen Pertanian atau Departemen Perdagangan danPerindustrian-menurut Barus sudah harus membuat parameter tambahansebagaimana dilakukan pemerintah Malaysia terhadap produksi CPO-nya.

Sejak 1999, kata dia, Malaysia sudah membuat parameter baru kualitas CPOdengan mengadopsi DOBI. DOBI adalah angka perbandingan darispectrophotometric absorbance. Metode itu, dikembangkan P.A.T. Swobodadari Palm Oil Research Institut of Malaysia (Porim) yang sekarang bernamaMalaysian Palm Oil Board.

Porim waktu itu menemukan hubungan antara DOBI dengan proses penyulingandengan lima grade CPO yakni DOBI lebih kecil dari 1,68 mutu jelek, DOBIantara 1,78-2,30 kurang baik, DOBI CPO antara 2,36-2,92 cukup, DOBI2,99-3,23 baik, serta di atas 3,24 sangat baik.

Barus mengatakan rata-rata DOBI minyak sawit Indonesia saat ini adalah 2,8yang masuk kelas kurang baik. (msi)